Kajian Al-Qur’an memerlukan keterbukaan terhadap beragam pendekatan agar teks dan realitas dapat berdialog secara produktif.
Pembacaan tekstual, historis-maqasidi, kontemporer, dan kritis tidak harus dipertentangkan. Keempatnya dapat digunakan secara proporsional untuk membangun pemahaman yang komprehensif.